3 Langkah Pengobatan Medis untuk Penderita Sindrom Kawasaki

Sindrom Kawasaki adalah jenis penyakit langka yang dapat menimpa siapapun, walaupun korban terbesar dari penyakit ini biasanya adalah anak balita. Hingga saat ini tidak ada yang tahu pasti faktor yang menyebabkan penyakit ini, tapi yang jelas penderita penyakit ini wajib segera mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit untuk mencegah resiko komplikasi.

Secara garis besar, ada 2 jenis treatment yang akan diperoleh oleh penderita Sindrom Kawasaki. Yaitu:

Aspirin

Pengobatan dengan aspirin hanya bisa dilakukan melalu rekomendasi dan pengawasan dokter, karena pemberian yang asal-asalan dapat mengakibatkan anak terancam terkena komplikasi Reye’s Syndrome. Fungsi pengobatan aspirin terhadap penderita Sindrom Kawasaki antara lain:

– Sebagai pereda rasa sakit dan nyeri
– Dapat membantu meredakan demam
– Penggunaan aspirin dalam dosis tinggi dapat membantu meringankan pembengkakan
– Sedangkan konsumsi aspirin dengan dosis rendah dapat membantu mencegah proses penggumpalan darah sehingga mengecilkan kemungkinan terjadinya komplikasi.

Besar-kecilnya dosis pemberian aspirin pada pasien penyakit Kawasaki bergantung pada gejala yang timbul. Biasanya pasien akan diberikan aspirin dengan dosis tinggi untuk membantu meredakan demam dan pembengkakan. Baru setelah itu, dokter akan menurunkan dosis aspirin untuk mencegah terbentuknya blood clots di dalam pembuluh darah anak.

Terapi Immunoglobin Intravena

Immunoglobin Intravenous Therapy, atau yang disingkat menjadi IVIG adalah larutan antibodi yang dimasukkan ke dalam tubuh anak untuk membantu memperkuat sistem pertahanan tubuh. Biasanya larutan protein antibodi tersebut didapatkan dari donor yang sehat, yang kemudian disalurkan ke dalam tubuh anak melalui injeksi.
Terapi ini terbukti ampuh dalam membantu menurunkan demam sekaligus menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung. Tiap antibodi memiliki nama dan jenis yang berbeda-beda, bergantung dari jenis penyakit yang diderita. Untuk penderita Kawasaki Syndrome, jenis antibodi yang digunakan adalah Gamma Globulin.

Corticosteroid

Corticosteroid adalah jenis pengobatan hormon yang dilakukan apabila pengobatan dengan terapi IVIG tidak menunjukkan hasil. Selain itu, treatment ini juga merupakan tindakan medis pertama yang dilakukan jika anak Anda memiliki resiko tinggi terkena gangguan jantung. Walaupun sampai saat ini, efektifitas dari terapi ini masih terus dipantau oleh tenaga kedokteran ahli.

Setelah anak keluar dari rumah sakit pun, bukan berarti ia telah pulih sepenuhnya. Selama 6 minggu kedepan, Anda diharapkan untuk terus memantau perkembangan kesehatan anak. Pemberian obat yang diresepkan dokter pun wajib dilakukan secara rutin. Kontrol terhadap kondisi kesehatan jantung anak pun wajib terus dilakukan hingga hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada gejala komplikasi pada jantung dan pembuluh darah anak.

Sindrom Kawasaki memang merupakan sindrom penyakit yang tidak boleh dianggap remeh. Tapi semakin cepat penyakit ini terdeteksi dan ditangani dengan tepat, maka semakin cepat pula progress pemulihan anak.

author
No Response

Leave a reply "3 Langkah Pengobatan Medis untuk Penderita Sindrom Kawasaki"