3 Penyebab Janin Terlilit Tali Pusat

No comment 256 views

Tali pusat atau yang juga disebut dengan plasenta adalah selaput yang menempel pada dinding rahim dan tersambung pada perut janin. Selama 9 bulan, janin yang ada di dalam perut Anda akan bergantung pada tali pusat untuk mendistribusikan nutrisi makanan dan oksigen yang dibutuhkan untuk perkembangannya. Tapi tidak jarang tali pusat ini mengakibatkan satu komplikasi kehamilan yang mengakibatkan persalinan normal tidak memungkinan, yaitu nuchal cord atau tali pusat yang melilit bayi. Penyebab janin terlilit tali pusat bisa bermacam-macam, Bunda.

  • Plasenta yang Terlalu Panjang

Penyebab janin terlilit tali pusat yang pertama, bisa jadi akibat tali pusat yang terlalu panjang. Umumnya panjang dari tali pusat adalah sekitar 30 – 50 sentimeter. Tapi dalam kasus kehamilan tertentu, panjang dari tali pusat tersebut bisa mencapai hingga 100 sentimeter, Moms. Dan dengan ukuran bayi yang semakin besar dan semakin aktifnya si kecil, tak mengherankan jika kemungkinan ia terlilit tali pusat jadi semakin besar.

  • Bayi yang Terlalu Besar (Makrosomia)

Terkadang bisa juga bukan tali pusat yang terlalu panjang, melainkan ukuran bayi yang terlalu besar. Kasus ini paling sering ditemukan pada ibu hamil yang menderita diabetes gestational, yang mana berujung pada ukuran bayi yang jauh lebih besar dan berat dari ukuran dan berat bayi normal.

Diabetes gestational adalah kondisi medis ditemukannya kadar gula darah yang tinggi pada ibu hamil. Masalahnya kandungan gula yang tinggi tersebut juga akan terserap oleh bayi melalui tali pusat. Organ pankreas bayi kemudian memproduksi hormon insulin dalam jumlah besar. Sedangkan jumlah zat gula yang tersisa kemudian secara otomatis akan diubah menjadi lemak sehingga mengakibatkan bayi mengalami obesity sejak berada di dalam kandungan.

Dengan ukuran bayi yang makin besar, maka ruang geraknya pun terbatasi. Bahkan tidak mengherankan jika sampai tali pusat bayi sampai melilit lehernya. Jika lilitan plasenta terlalu erat sehingga mengakibatkan asupan nutrisi pada bayi terhambat, maka besar kemungkinan bayi harus dilahirkan prematur.

  • Polihidramnion (Air Ketuban yang Terlalu Banyak)

Kondisi medis lainnya yang bisa mengakibatkan bayi terlilit tali pusatnya adalah, dampak dari cairan ketuban di dalam rahim yang terlalu banyak (polihidramnion). Anda mungkin sudah pernah mendengar bahaya dari air ketuban yang terlalu sedikit (oligohidramnion). Tapi kondisi air ketuban yang terlalu banyak (polihidramnion) juga bisa mengakibatkan bayi bergerak terlalu bebas, sehingga mengakibatkan si kecil terlilit tali pusat.

Kejadian janin terlilit tali pusat memang terdengar sangat gawat, tapi Bunda bisa sedikit menarik napas lega. Karena ternyata walaupun kejadian ini tergolong umum, tapi sangatlah jarang berakibat fatal. Tapi tidak ada salahnya waspada, terutama jika Anda merasa aktivitas bayi Anda semakin menurun. Semoga informasi ini bermanfaat, Moms.

author
No Response

Leave a reply "3 Penyebab Janin Terlilit Tali Pusat"