5 Gangguan Kesehatan pada Bayi Prematur

Bayi prematur adalah bayi yang lahir saat usia kehamilan ibu baru berusia kurang dari 37 minggu. Bayi yang terlahir kurang dari 9 bulan otomatis memiliki sistem organ yang belum sepenuhnya terbentuk dan berfungsi dengan baik, sehingga rawan terserang berbagai macam infeksi atau komplikasi organ dalam.  Hampir semua bayi prematur lahir dengan ukuran tubuh yang jauh lebih kecil dari bayi normal, dan bahkan berat badannya pun di bawah rata-rata. Sistem imunitas tubuhnya pun belum terbentuk dengan sempurna sehingga mengakibatkan ia memiliki tubuh yang ringkih dan mudah sakit. Berikut adalah 5 gangguan kesehatan pada bayi prematur yang banyak terjadi.

  • Retinopati Prematuritas (ROP)

Penyakit ini adalah salah satu gangguan kesehatan pada bayi prematur yang cukup umum ditemukan. Retinopati Prematuritas adalah gangguan kesehatan yang diakibatkan tidak sempurnanya perkembangan organ mata. ROP termasuk gangguan kesehatan yang ringan dan tidak berdampak fatal. Biasanya dokter akan menyarankan anak Anda untuk mengenakan kacamata saat ia tumbuh besar nanti.

  • Gangguan Paru-Paru

Bayi yang terlahir prematur umumnya memiliki organ paru-paru yang belum berkembang. Akibatnya hampir semua bayi prematur mengalami masalah pernapasan, seperti infeksi pernapasan bronkiolitis dan gangguan pernapasan lainnya.

  • Gangguan Jantung

Selain paru-paru, organ jantung dari bayi prematur pun tidak berkembang dan berfungsi sepenuhnya. Terutama pada bayi prematur yang terlahir di usia sebelum 30 minggu, mereka sangat rawan terkena penyakit jantung bawaan. Selain itu bayi prematur juga rawan terkena kelainan jantung seperti Patent Ductus Arteriosus (PDA). PDA adalah kelainan jantung yang mana terdapat bukaan di antara 2 pembuluh darah yang menuju ke jantung.

  • Hipotermia

Kebanyakan bayi prematur terlahir dengan kondisi tubuh yang kecil dengan berat badan rendah. Yang artinya, cadangan lemak di dalam tubuhnya pun tidak mencukupi untuk membantu meregulasi suhu tubuhnya. Bayi prematur membutuhkan perawatan intensif di dalam inkubator untuk membantu menjaga agar suhu tubuhnya selalu stabil, hingga paling tidak ia memiliki asupan lemak yang cukup untuk membantu meregulasi suhu tubuhnya sendiri.

  • Gangguan Pencernaan

Tak hanya organ jantung dan paru-paru, organ pencernaan si kecil juga belum berfungsi dengan sempurna sehingga bisa mengakibatkan ia terkena gangguan pencernaan. Dalam beberapa kasus, bayi prematur juga bisa terserang NEC atau Necrotizing Enterocolitis, atau infeksi usus kecil. Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena gangguan pencernaan pada bayi prematur dapat diselesaikan dengan pemberian ASI yang rutin dan intensif.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Gangguan kesehatan pada bayi prematur di atas bisa jadi akan terus dihadapi oleh anak Anda hingga ia dewasa nanti. Ada baiknya Anda lebih memperhatikan asupan nutrisi dan rajin memeriksakan kehamilan untuk mencegah bayi terlahir prematur.

author
No Response

Leave a reply "5 Gangguan Kesehatan pada Bayi Prematur"