Apa Saja Gejala ADHD Pada Anak?

No comment 159 views

Anak-anak pada dasarnya memang memiliki sifat gampang penasaran dan masih dipenuhi banyak energi. Untuk meluapkannya, mereka sering bertingkah berlari-lari saat bermain bersama teman-teman maupun orangtuanya. Tapi, orangtua wajib waspada ketika anak Anda menunjukkan sikap hiperaktif, karena bisa jadi ia mengidap ADHD. ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) yang dulunya disebut dengan ADD (Attention Deficit Disorder) adalah satu gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh adanya kelainan pada perkembangan otak seseorang.

Akibatnya, sang penderita memiliki sikap hiperaktif, tak mau diam, serta mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi. ADHD bisa terjadi pada siapapun, namun seringkali penderita ADHD menunjukkan gejala semenjak mereka berusia 6-12 tahun hingga mereka dewasa. Tapi penderita ADHD masih bisa hidup normal, tentu saja dengan sedikit bantuan. Tapi untuk itu, Anda perlu mengetahui terlebih dulu apa saja gejala ADHD pada anak?

  • Kesulitan Berkonsentrasi

Gejala ADHD pada anak yang paling terlihat mencolok adalah, si kecil terlihat kesulitan dalam berkonsentrasi. Seorang anak dengan ADHD memiliki short attention span sehingga perhatiannya sangat mudah untuk teralihkan. Itulah hal yang mengakibatkan anak penyandang ADHD cenderung memakan waktu lama dalam menyelesaikan tugas sekolah mereka.

  • Tidak Bisa Duduk Diam

Satu lagi gejala dari penderita ADHD adalah mereka sangat hiperaktif dan akan sangat sulit bagi mereka untuk duduk diam. Pada anak-anak mereka seringkali akan berlari-lari di waktu dan tempat yang tidak tepat, seperti saat di sekolah misalnya. Remaja dan orang dewasa tak akan berlari-lari layaknya anak kecil, namun mereka akan selalu terlihat gelisah di bangkunya.

  • Bertingkah Impulsif

Gejala yang juga menjadi kecenderungan dari anak yang terkena ADHD adalah mereka selalu bersikap impulsif. Ia bisa saja berbicara dengan volume suara yang terlalu keras atau malah mengamuk gara-gara permasalahan yang sangat sepele. Mereka juga tidak sabar sehingga mereka seringkali berebut mainan dengan teman-temannya. Saat ia beranjak dewasa, penderita ADHD sering mengambil keputusan terlalu cepat sehingga tak jarang berdampak negatif terhadap hubungannya dengan orang lain. Dalam hal menggunakan uang pun mereka juga cenderung impulsif sehingga membuat mereka sangat sulit untuk menabung.

ADHD memang tidak dapat diobati, dan penyandang ADHD akan selalu menanggung beban tersebut seumur hidupnya. Namun bukan berarti seorang anak dengan ADHD tidak dapat sukses. Untuk mengatasi energi anak ADHD sekaligus membantu mengajarinya agar dapat berkonsentrasi, Anda dapat menyediakan berbagai macam aktivitas yang membutuhkan stamina tinggi seperti berolahraga. Dengan demikian anak dengan ADHD pun akan menemukan outlet yang tepat untuk menyalurkan kelebihan energinya.

Semoga informasi tentang gejala ADHD pada anak sekaligus solusinya di atas dapat memberikan manfaat, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Apa Saja Gejala ADHD Pada Anak?"