Bagaimana DBD Pada Ibu Hamil Berdampak Terhadap Kehamilan?

Musim hujan telah tiba, dan Anda wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai jenis penyakit yang bermunculan. Salah satu penyakit yang wajib diwaspadai setiap musim pancaroba tiba adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini menyerang siapapun tanpa pandang bulu, tidak terkecuali ibu hamil. Ditambah lagi ibu hamil memiliki sistem imunitas tubuh yang rentan sehingga dampak dari DBD pada ibu hamil pun tidak boleh dipandang sebelah mata.

Gejala DBD pada ibu hamil kurang lebih sama dengan gejala demam berdarah pada orang lain pada umumnya. Stage awal dari gejala demam berdarah pada ibu hamil adalah demam tinggi yang disertai dengan rasa dingin hingga membuat Anda menggigil. Dalam beberapa kasus Anda juga mengalami gusi berdarah. Selain tiga gejala di atas, berikut adalah gejala-gejala lain dari demam berdarah yaitu:
– Nafsu makan menurun dengan drastis karena organ pengecap Anda mengalami gangguan dalam mendeteksi rasa makanan
– Kombinasi antara demam tinggi dan muntah-muntah yang mengakibatkan dehidrasi
– Sakit kepala yang teramat sangat dan rasa ngilu di persendian tubuh
– Munculnya bercak-bercak merah di sekujur tubuh
– Turunnya kadar trombosit di dalam darah. Jika tidak segera mendapatkan perawatan maka dapat mengakibatkan pendarahan dan Dengue Hemorrhagic Fever yang dapat membahayakan nyawa Anda.

Dan jika Anda terserang demam berdarah saat hamil, maka Anda harus lebih waspada karena bayi Anda dapat terkena dampak dari DBD. Virus DBD sendiri tidak menimbulkan dampak langsung terhadap bayi Anda. Hanya saja gejala Demam Berdarah yang Bunda alami bisa berakibat fatal terhadap perkembangan si kecil. Resiko dari DBD terhadap bayi Anda antara lain:
– Perkembangan bayi yang terhambat akibat kurangnya asupan nutrisi yang diterima. Akibatnya janin tidak dapat berkembang dengan baik dan terpaksa dilahirkan prematur
– Seandainya gejala DBD terjadi di usia trimester awal, maka besar kemungkinan akan mengakibatkan keguguran
– Kalaupun bayi bisa bertahan, bayi Anda besar kemungkinan akan memiliki berat badan yang rendah

Moms juga perlu berhati-hati akan adanya kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh virus tersebut menyebar pada bayi Anda. Jika Anda mengalami demam berdarah saat masa persalinan tiba, maka bayi Anda harus diperiksa untuk mengantisipasi kemungkinan adanya tanda-tanda infeksi DBD seperti kurangnya kadar trombosit di dalam tubuh bayi dan bercak-bercak merah.

Semoga informasi di atas dapat membantu Anda untuk lebih mewaspadai dampak DBD pada ibu hamil.

author
No Response

Leave a reply "Bagaimana DBD Pada Ibu Hamil Berdampak Terhadap Kehamilan?"