Bayi Sehat dengan Mengenali Penyebab Nafas Bayi Berbunyi

http://magazine.orami.co.id/static/media/uploads/blog/bayi-mengalami-mengi-(alergi)-hero-banner-magz-(1510×849).jpg

Selamat atas kelahiran bayi Anda ya, Moms! Setelah serangkaian tes dan pemeriksaan, Anda dan bayi kini dinyatakan sehat dan bebas pulang ke rumah untuk menjalani kehidupan baru sebagai keluarga. Sayangnya, seorang Ibu baru biasanya mudah khawatir dan paranoid akan berbagai perubahan hingga hal kurang wajar yang terjadi pada bayi baru lahir. Nafas bayi berbunyi, misalnya, harus Anda pahami penyebab dan gejalanya agar Moms tidak khawatir berlebihan.
Nafas bayi berbunyi biasanya tidak perlu dirisaukan karena paru-paru dan hidung si kecil masih beradaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda dengan di dalam rahim. Organ pernapasan bayi baru lahir dituntut untuk harus mulai terbiasa dengan lingkungan yang kering serta dengan proses menghirup udara. Akibatnya, nafas bayi berbunyi merupakan hal normal yang dapat terjadi selama beberapa minggu sesudah lahir.
Tentu saja, terdapat beberapa gejala nafas bayi berbunyi yang menandakan bahwa buah hati tengah terserang penyakit tertentu. Bunyi nafas bayi yang diiringi dengan suara mirip siulan, misalnya, kemungkinan disebabkan oleh penyumbatan kecil di lubang pernapasan maupun karena adanya lendir. Hidung kecil bayi yang baru lahir juga memiliki saluran udara berukuran kecil sehingga lendir atau cairan ASI yang kering bisa menyumbat saluran nafas bayi hingga menimbulkan suara bersiul. Meski cenderung tak berbahaya, suara siulan pada nafas bayi tersebut juga bisa menjadi gejala mengi yang disebabkan adanya sumbatan pada saluran nafas bawah. Mengi pada akhirnya akan menjadi gejala awal pada asma maupun infeksi saluran nafas bawah.
Bunyi lainnya pada nafas bayi ialah suara melengking dan bernada tinggi, yang disebut juga stridor atau laringomalasia. Suara melengking tersebut biasanya terdengar saat bayi menarik nafas. Penyebabnya ialah kondisi saluran nafas bayi yang cenderung sempit dan lebih lunak, namun cenderung tidak berbahaya dan bisa hilang begitu bayi berusia dua tahun.
Nafas bayi yang berbunyi berupa suara serak ketika menangis dan batuk biasanya diakibatkan oleh adanya penyumbatan lendir pada laring. Hal tersebut bisa menjadi gejala croup, yaitu infeksi pada area laring, trakea, dan tabung bronkial. Batuk dengan suara berat, sebaliknya, disebabkan oleh adanya sumbatan pada bronkus.
Nah, Moms, waspadai ketika nafas si kecil terdengar cepat dan sesak. Hal tersebut biasanya diakibatkan oleh pneumonia, dengan gejala berupa adanya cairan dalam saluran udara terkecil atau alveoli. Pneumonia akan menyebabkan nafas bayi menjadi tersengal-sengal dan cepat, timbul batuk terus-menerus, hingga mengeluarkan suara serak ketika didengarkan lewat stetoskop.
Untuk mengeluarkan lendir yang mengganggu di rongga hidung dan menyebabkan nafas bayi berbunyi, gunakan pipet khusus yang tersedia di apotek atau toko perlengkapan bayi. Lendir sekresi sendiri sebenarnya berfungsi untuk membersihkan saluran pernafasan serta mengangkal infeksi kuman dan virus dari dalam tubuh bayi. Hindari menyedot dengan mulut ya Moms, karena terdapat kemungkinan Anda sedang tidak sehat sehingga berisiko menularkan bakteri penyakit kepada bayi melalui air ludah. Moms juga bisa merangsang keluarnya lendir secara alami dengan menengkurapkan bayi sambil dipangku dan menjemurnya di pagi hari.

author
No Response

Leave a reply "Bayi Sehat dengan Mengenali Penyebab Nafas Bayi Berbunyi"