Cermat Menghitung Berat Badan Ideal Saat Hamil

Kehamilan merupakan suatu proses natural yang menakjubkan dalam kehidupan seorang wanita. Moms kini tak lagi makan dan menjaga kesehatan tubuh untuk diri sendiri, namun juga untuk calon jabang bayi. Kenaikan berat badan selama hamil merupakan suatu hal yang wajar sekaligus berpengaruh signifikan pada kesehatan Anda dan buah hati. Meski demikian, berat badan ideal saat hamil haruslah dijaga agar Anda tidak mengalami obesitas.
Kenaikan berat badan berlebih selama hamil berisiko menimbulkan penyakit yang berhubungan dengan kehamilan seperti diabetes gestasional, hipertensi gestasional, bayi besar atau makrosomia, hingga kelahiran sesar. Ibu hamil dengan berat badan yang kurang, sebaliknya, juga dapat meningkatkan risiko kelahiran bayi dengan berat badan rendah serta bayi lahir premature atau sebelum usia kandungan 37 minggu. Artinya, Moms, status kesehatan bayi selama dalam kandungan dan setelah lahir akan tergantung pada berat badan Anda selama hamil.
Bukan hanya untuk bayi, berat badan ideal saat hamil juga dipengaruhi oleh kenaikan berat badan Moms dalam menyiapkan tubuh yang ideal bagi kehamilan. Sebanyak sepertiga kenaikan berat badan selama kehamilan akan diperuntukkan bagi pembentukan janin, plasenta, dan cairan ketuban. Dua pertiga dari kenaikan berat badan Anda saat hamil akan diperuntukkan bagi pembentukan otot rahim yang terus mengalami pembesaran, pembentukan jaringan payudara, peningkatan volume darah, produksi cairan ekstraseluler, serta penyimpanan lemak di tubuh Ibu hamil sebagai persiapan menyusui.
Tubuh Ibu hamil memerlukan asupan energi yang relatif besar untuk Anda dan tumbuh kembang janin. Dengan demikian, kehamilan normal tentunya akan mengalami kenaikan berat badan ideal saat hamil untuk menyimpan sejumlah besar lemak tubuh. Tubuh Anda akan menyimpan cadangan lemak paling banyak selama 10 hingga 20 minggu kehamilan, yakni sebelum janin membutuhkan peningkatan asupan energi. Cadangan lemak di tubuh Anda nantinya akan mengalami penurunan menjelang akhir kehamilan. Dari keseluruhan 3,5 kilogram cadangan lemak pada tubuh Ibu hamil, hanya setengah kilogram saja yang disimpan di janin.
Pertambahan berat badan Ibu hamil juga perlu disesuaikan dengan berat badan sebelum hamil. Moms yang cenderung underweight perlu menaikkan berat badan lebih dari Ibu hamil lainnya. Ibu hamil dengan Indeks Massa Tubuh kurang dari 18,5 kg/m2 sebelum hamil disarankan untuk menaikkan berat badan sebesar 13-18 kilogram selama hamil.
Ibu hamil overweight, sebaliknya, hanya perlu sedikit menaikkan berat badan kehamilan karena berat badannya selama ini bisa dijadikan cadangan energi untuk mendukung pertumbuhan janin. Moms dengan Indeks Massa Tubuh normal antara 18,5-24,9 kg/m2 sebelum hamil disarankan untuk menaikkan berat badan sebesar 11,5-16 kilogram selama hamil.
Moms yang cenderung overweight sebelum hamil, yakni dengan Indeks Massa Tubuh sebesar 30 kg/m2 atau lebih, disarankan untuk menaikkan berat badan sebesar 7-11,5 kilogram saja selama hamil. Dengan menaikkan berat badan secara ideal selama hamil, Moms dapat meningkatkan peluang melahirkan bayi dengan berat badan dalam kisaran normal.

author
No Response

Leave a reply "Cermat Menghitung Berat Badan Ideal Saat Hamil"