Efek Pengangkatan Rahim yang Perlu Anda Tahu

Histerektomi atau operasi pengangkatan rahim dulunya digunakan untuk membantu menyembuhkan pasien dengan penyakit mental histeria. Saat ini prosedur histerektomi juga dijadikan solusi pengobatan bagi penderita tumor miom, kelainan uterine prolapse (turunnya organ rahim), dan kanker rahim. Selain itu, histerektomi juga dilakukan bagi perempuan yang memang tidak menginginkan anak. Namun sama seperti pengangkatan organ tubuh lainnya, pengangkatan rahim pun sudah pasti akan memberikan efek samping terhadap tubuh Anda. Jadi ada baiknya sebelum mengambil keputusan, Anda mengetahui efek pengangkatan rahim berikut ini. 

  • Efek Psikologis 

Salah satu efek pengangkatan rahim yang paling sering dialami adalah dampak psikologis dari pasien. Rahim Anda sudah ada bersama Anda semenjak Anda terlahir ke dunia, sehingga kehilangan rahim bisa membuat Anda merasa ada yang hilang dari dalam diri Anda. Terutama jika Anda memimpikan untuk memiliki anak, terangkatnya rahim menghapuskan impian Anda tersebut sehingga bisa mengakibatkan Anda merasa tertekan.  

 

Di saat-saat sulit tersebut, dukungan dari pasangan, keluarga, dan teman-teman sangatlah Anda butuhkan. Jadi, jangan ragu-ragu untuk meminta bantuan dan dukungan moral dari orang-orang terdekat Anda. Atau jika rasa duka tersebut kemudian berkembang menjadi depresi akut, segeralah berkonsultasi dengan tenaga profesional. 

  • Menopause 

Banyak sumber yang mengatakan bahwa begitu rahim seorang perempuan diangkat, maka ia akan langsung mengalami menopause. Kenyataannya, hal itu tidak sepenuhnya benar lho. Memang benar, Anda tidak akan lagi mengalami menstruasi dan punya anak pasca histerektomi. Tapi tidak lantas Anda masuk ke dalam kategori menopause dini. Menopause pasca histerektomi hanya akan terjadi jika dalam operasi dokter juga mengangkat organ ovarium.  

 

Ovarium memiliki fungsi sebagai penghasil 2 hormon kewanitaan yaitu hormon estrogen dan progesteron. Selain berfungsi sebagai hormon menstruasi dan kehamilan, kedua hormon ini juga berfungsi menjaga kesehatan organ reproduksi dan kepadatan tulang. Apabila hanya bagian rahim saja yang diangkat sedangkan indung telur masih ada di dalam tubuh Anda, maka kecil kemungkinan Anda akan mengalami menopause dini. 

  • Kehidupan Seks 

Banyak perempuan yang khawatir bahwa histerektomi akan mengganggu kehidupan seksual mereka. Untungnya, histerektomi tak akan menganggu kehidupan seksual Anda. Bergantung dari jenis operasi histerektomi yang Anda jalani, Anda mungkin membutuhkan waktu 2-6 minggu hingga Anda diperbolehkan untuk kembali melakukan aktivitas seksual. Bahkan, bagi Anda yang memang tidak berencana untuk memiliki anak, kehidupan seks Anda akan semakin memuaskan karena Anda tidak perlu khawatir insiden “kebobolan”.  

Demikianlah ulasan tentang efek pengangkatan rahim, semoga bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan.  

 

author
No Response

Leave a reply "Efek Pengangkatan Rahim yang Perlu Anda Tahu"