Hati-Hati, Jangan Mengikat Rambut Anak Terlalu Kencang!

Hal yang paling menyenangkan dari memiliki anak perempuan adalah, ketika ia tumbuh semakin besar Anda bisa membantunya bereksperimen dengan gaya rambutnya. Apalagi jika ia memiliki rambut panjang yang indah. Pasti tangan Moms langsung gatal ingin mencoba berbagai macam hairstyles imut untuk anak-anak yang sering banget melintas di feeds Facebook atau Instagram Anda. Ritual mengikat rambut anak juga bisa menjadi sarana bonding ibu dan anak. Anak Anda pun juga belajar bereksplorasi gaya rambut yang cocok buat dia saat ia berangkat ke sekolah.

Banyak orangtua mengikat rambut anak mereka dengan gaya yang paling sederhana, yaitu ponytail atau kuncir kuda. Tapi Bunda wajib hati-hati! Karena menurut penelitian, ikatan rambut yang terlalu kencang berpotensi mengakibatkan kerusakan syaraf otak anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Meta Hanindita Sp.A, seorang dokter spesialis anak yang membuka praktek di wilayah Jakarta. Ketika Anda mengikat rambut anak, secara otomatis rambut si kecil akan tertarik ke belakang. Semakin kencang ikatan Anda, akan semakin kencang pula rambut anak tertarik ke belakang. Anak pun biasanya akan mengelukan pusing atau sakit di bagian kepalanya.

Itu dikarenakan otot-otot di kepala yang menegang sehingga mengakibatkan jaringan di sekitarnya tertarik. Kalau itu terjadi terlalu sering, otot-otot tersebut tak akan memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat sehingga mengakibatkan kerusakan di jaringan-jaringan syaraf kepala anak. Makanya, ada baiknya Anda tidak mengikat anak terlalu kencang, apalagi jika Anda menggunakan ikat rambut yang terbuat dari karet.

Selain itu, mengikat rambut anak terlalu kencang juga berpotensi merusak rambut anak lho. Ketika rambut anak tertarik ke belakang dalam waktu yang lama, akar-akar rambutnya pun akan melemah. Dalam kasus tertentu, bahkan tidak menutup kemungkinan anak Anda mengalami traction alopecia atau kerontokan rambut yang kemudian berujung anak Anda terancam terkena kebotakan permanen. Traction alopecia dapat terjadi area rambut yang sering diikat, terutama di daerah sekitar kulit kepala atas. Dan kalau sudah terjadi kebotakan permanen, satu-satunya cara adalah dengan melakukan transplantasi rambut. Yang jelas sih, biaya yang dibutuhkan tak murah.

Tapi untungnya traction alopecia bisa dicegah dengan cara-cara yang sederhana. Salah satunya adalah dengan menghindari mengikat rambut anak terlalu kencang. Selain itu gunakan sisir dengan gigi lebar, dan sisir anak Anda dengan lembut dan berhati-hati. Mengaplikasikan conditioner pada rambut anak juga bisa membantu agar rambutnya lebih gampang diatur lho.

Jadi sudah tahu kan dampak mengikat rambut anak terlalu kencang? Berhati-hati ya, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Hati-Hati, Jangan Mengikat Rambut Anak Terlalu Kencang!"