Ingin Bercerai? Ketahui Dulu Efek Perceraian Terhadap Anak

Impian bagi setiap pasangan adalah menjalani bahtera rumah tangga yang langgeng hingga ajal memisahkan. Perceraian bagaikan topik tabu yang tidak ingin dibayangkan oleh siapapun, but it happens right? Ada kalanya Anda dan pasangan sudah terlalu banyak cekcok soal perbedaan pendapat atau karena keadaan lain yang membuat Anda merasa bahwa rumah tangga Anda tidak dapat dipertahankan. Bercerai dengan pasangan adalah hal yang sangat berat, apalagi jika Anda sudah menjalani masa pernikahan selama puluhan tahun. Selain itu ketika Anda memiliki anak, Anda pun merasa khawatir akan efek perceraian terhadap anak Anda.

Bagi anak-anak Anda, melihat kedua orangtuanya berpisah sudah pasti jadi hal pertama yang paling tidak ia inginkan. Semakin muda usia mereka, akan semakin susah pula bagi mereka untuk memahami mengapa kedua orangtuanya memutuskan untuk bercerai. Seberapa besar efek perceraian terhadap anak?

  • Perilaku Mereka Berubah

For the best or the worst, seorang anak akan menyikapi perceraian kedua orangtuanya dengan cara yang berbeda. Anak yang tidak mendapatkan penjelasan dan ketenangan setelah orangtuanya bercerai umumnya mengalami perubahan perilaku ke arah yang negatif.

Mereka menjadi sosok pemberontak yang tidak jarang menunjukkan perilaku gemar menindas teman sebayanya. Atau justru sebaliknya, mereka justru menutup diri dan menolak untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan. Trauma akibat perpisahan dari salah satu pihak orangtuanya membuat ia bisa jadi tumbuh menjadi pemuda atau pemudi yang clingy karena ia tidak ingin lagi kehilangan orang yang ia sayangi.

  • Mereka Merasa Kesepian

Terutama apabila ayah atau ibu mereka harus bekerja super keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini dapat terjadi jika single parent tersebut hanya memiliki pekerjaan dengan upah kerja yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga harus bekerja lebih banyak. Ada baiknya Anda mencoba mencari pekerjaan tambahan sebagai freelancer yang dapat mengerjakan tugas dari rumah. Dengan demikian Anda masih dapat memberikan perhatian yang cukup pada anak Anda.

  • Mereka Merasa Lega

Tidak semua perceraian berujung pada anak yang tidak bahagia. Ada kalanya justru mereka merasa bahagia untuk Anda, terlebih jika selama ini Anda dan anak Anda terjebak di dalam pernikahan yang abusif. Anda mungkin berusaha to stay in-game demi anak Anda, namun bisa jadi ia justru sangat berharap Anda segera berpisah dari sosok suami yang selalu menyiksa ibundanya. Jadi jika saat ini Anda berpikir untuk bercerai akibat rumah tangga yang penuh kekerasan, percayalah anak Anda berada 100% di belakang Anda.

Keputusan bercerai memang menjadi hak masing-masing individu, tapi ingatlah keputusan yang Anda ambil harus memperhitungkan perasaan anak Anda dan efek perceraian terhadap anak. Kecuali jika Anda menjadi korban kekerasan rumah tangga fisik maupun mental, cobalah bekerjasama dengan pasangan untukĀ  mempertahankan biduk rumah tangga Anda.

author
No Response

Leave a reply "Ingin Bercerai? Ketahui Dulu Efek Perceraian Terhadap Anak"