Jangan Lakukan Kesalahan Ini Saat Toilet Training Anak

“Kapan saat yang tepat untuk toilet training anak?”. 

Pertanyaan di atas adalah salah satu hal yang paling ingin diketahui bagi orangtua yang baru kali ini membesarkan anak. Banyak orangtua yang berpendapat bahwa usia anak yang tepat untuk menerima toilet training adalah ketika ia menginjak usia 2 tahun. Tapi itupun masih menjadi bahan perdebatan.  

Tapi yang pasti, toilet training anak membutuhkan kesabaran dan ketekunan Anda dan pasangan sebagai orangtua. Walaupun terdengar sederhana, tidak jarang banyak anak yang gagal dalam toilet training. Penyebabnya bisa jadi bermacam-macam, beberapa di antaranya adalah akibat kesalahan dari orangtuanya. Waspadai yuk kesalahan-kesalahan berikut ini. 

  • Toilet Training di Usia yang Terlalu Dini 

Seringkali orangtua terlalu merasa excited sehingga mereka ngotot ingin mengajari anak buang air di toilet, terlepas dari kenyataan bahwa usia mereka masih terlampau muda! Biasanya anak Anda akan menunjukkan tanda-tanda apabila ia sudah mulai siap untuk menjalani toilet training, baik melalui perkembangan fisik, perilaku maupun perilaku kognitifnya.  

Beberapa anak sudah mulai bisa dilatih toilet training di usia 18 dan 24 bulan. Tapi ada kalanya beberapa anak baru siap di usia 3 atau 4 tahun. Ketekunan kedua orangtua juga sangat dibutuhkan karena paling tidak anak baru bisa terbiasa menggunakan toilet setelah masa toilet training selama 3 bulan. Bahkan bisa jadi lebih dari itu, Moms. Jadi jangan terburu-buru putus harapan jika anak Anda belum kunjung terbiasa.  

  • Menghukum dan Memarahi Anak 

Dan karena si kecil masih dalam tahap belajar, harus bisa dimaklumi bahwa kemungkinan ia masih sering “kecelakaan” mengompol atau buang air besar di celana. Di saat seperti itu mungkin Anda merasa sangat kesal dan ingin rasanya menghukum anak Anda. Tapi, cara keras seperti itu justru membuat ia enggan untuk belajar lho. Dan bisa saja ia menjadi takut pada Anda. Yakin ingin buah hati sendiri merasa takut dan tidak nyaman di sekitar orangtuanya sendiri. 

  • Latah Mengikuti Cara Orang Lain 

Tekanan dari keluarga ataupun teman-teman seringkali membuat orangtua merasa tergesa-gesa untuk membiasakan anak menggunakan toilet. Jika mereka memberikan tips, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencobanya. Tapi harap disadari bahwa anak adalah seorang individu yang unik, sehingga tidak mengherankan jika cara yang ampuh digunakan pada satu anak akan berhasil pada anak Anda. Janganlah putus asa untuk terus mencoba, tapi juga pahami bahwa tiap anak memiliki kemampuan belajar dan masa sendiri.  

Semoga tips toilet training anak dari Katalog Ibu di atas bermanfaat bagi Anda, Moms. 

author
No Response

Leave a reply "Jangan Lakukan Kesalahan Ini Saat Toilet Training Anak"