Jangan Remehkan Dampak Kurang Tidur pada Anak

Insomnia atau gangguan tidur sering diidentikkan dengan masalah yang dihadapi oleh orang dewasa. Faktor penyebab insomnia bisa bermacam-macam, mulai dari akibat konsumsi kopi hingga akibat beban stres. Tapi ternyata, anak-anak pun bisa mengalami insomnia lho Moms. Dampak kurang tidur pada anak ternyata tidak hanya berakibat pada pertumbuhan yang tidak maksimal, tetapi juga berdampak pada kondisi mental serta kesehatan anak. Simak yuk ulasannya berikut. 

  • Masalah dengan Berat Badan 

Obesitas atau kegemukan menjadi salah satu dampak kurang tidur pada anak. Hal tersebut dibuktikan dalam hasil studi yang dilakukan oleh Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. Menurut hasi studi tersebut, anak-anak yang kurang tidur memiliki resiko kenaikan berat badan yang tidak terkontrol sebesar 92 persen dibandingkan dengan anak-anak yang tidur tepat waktu. Hal tersebut mengakibatkan si kecil memiliki resiko lebih besar terkena obesitas atau diabetes di usia yang masih sangat muda.  

  • Menurunnya Kemampuan Kognitif 

Tidur yang cukup merupakan rahasia di balik kemampuan berpikir yang jernih. Sama seperti jika Anda mengalami insomnia, kemampuan kognitif anak akan menurun jika ia tidak mendapatkan tidur yang cukup. Anak akan mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran yang diberikan di sekolah, ditambah lagi kemampuan konsentrasinya pun akan menurun sehingga ia tidak dapat menyerap materi belajar dengan baik. 

  • Menurunnya IQ 

Dampak dari kesulitan berkonsentrasi akibat kurang tidur adalah anak jadi mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. Akibatnya bukan tidak mungkin IQ anak akan mengalami penurunan. Jika Anda ingin anak Anda menjadi pelajar yang cerdas dan tanggap dalam menangkap pelajaran, maka biasakanlah ia untuk tidur tepat waktu sesuai dengan yang ia butuhkan. 

  • Ketidakseimbangan Emosional 

Anak yang kurang tidur tidak hanya mengalami penurunan daya memori otak dan rawan terhadap obesitas. Anak juga bisa jadi mengalami ketidakseimbangan emosional sehingga mengakibatkan ia lebih gampang marah, rewel, dan gampang menangis. Perubahan mood atau mood swing juga bisa terjadi pada anak. Ketika anak kesulitan tidur, maka tubuh anak akan dialiri oleh hormon stres yaitu hormon kortisol dalam jumlah yang sangat besar. Hormon tersebutlah yang kemudian mengakibatkan anak menjadi lebih sensitif dan mudah marah. 

Cukup gawat kan dampak kurang tidur pada anak di atas? Penyebab terjadinya insomnia pada anak bisa bermacam-macam. Bisa jadi akibat stres atau karena faktor lainnya seperti pola tidur yang kacau selama liburan. Dengan menemukan penyebabnya, mengatasi masalah susah tidur pada anak pun bukan jadi perkara yang sulit. Semoga informasi ini bermanfaat. 

author
No Response

Leave a reply "Jangan Remehkan Dampak Kurang Tidur pada Anak"