Kenali dan Waspadai Hamil di Luar Kandungan

Setelah lama menanti-nanti kehadiran si kecil, doa Anda dan pasangan seakan terkabul saat Anda mengalami gejala-gejala umum kehamilan seperti morning sickness dan bahkan hasil tes kehamilan Anda menunjukkan hasil positif. Tapi, ada satu hal yang berbeda dan cukup mengganggu Anda. Anda mengalami rasa nyeri yang teramat sangat di bagian perut bagian bawah. Selain itu, Anda juga mengalami pendarahan yang tidak biasa. Kalau Anda mengalami gejala di atas, segeralah memeriksakan kondisi kehamilan Anda. Karena bisa jadi Anda mengalami hamil di luar kandungan atau yang jauh dikenal dengan sebutan kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik adalah kelainan pada organ reproduksi Anda sehingga mengakibatkan Anda hamil di luar kandungan atau rahim. Sel telur yang sudah dibuahi seharusnya disalurkan melewati saluran tuba fallopi dan menanamkan diri pada dinding rahim. Tapi pada kasus kehamilan ektopik, sel telur tersebut justru ‘menyangkut’ dan berkembang di bagian organ tubuh yang lain, umumnya pada organ saluran tuba fallopi.

Kondisi ini tentunya sangat berbahaya, Moms. Apalagi mengingat bahwa organ tuba fallopi memang tidak merancang untuk mengakomodasi perkembangan zigot. Jadi calon janin tersebut nantinya tidak akan dapat berkembang dengan baik. Dan bahkan dengan seiring membesarnya ukuran janin bisa-bisa tuba fallopi menjadi robek dan mengakibatkan pendarahan parah yang dapat mengancam nyawa Anda. Calon janin yang ‘salah tempat’ tersebut nantinya terpaksa harus digugurkan, dan jika tuba fallopi Anda sudah terlanjur robek maka besar kemungkinan akan dilakukan prosedur operasi untuk menyingkirkan organ tersebut.

Kehamilan ektopik bisa disebabkan oleh beberapa macam hal, Moms. Penyebab dari ectopic pregnancy yaitu antara lain:

  • Infeksi atau adanya pembengkakan yang terjadi di bagian tuba fallopi sehingga mengakibatkan saluran tersebut tertutup sebagian atau justru terblokir sepenuhnya. Akibatnya, sel telur tidak dapat melanjutkan perjalanannya menuju rahim
  • Adanya bekas luka atau jahitan dari operasi tuba fallopi sebelumnya yang dialami oleh ibu hamil sehingga menghambat pergerakan sel telur dan memicu terjadinya pelekatan sel telur pada organ tuba fallopi
  • Bentuk saluran tuba fallopi yang abnormal

Kehamilan ektopik merupakan kejadian yang cukup langka, tapi ibu hamil manapun dapat mengalaminya. Biarpun begitu, ada beberapa faktor yang bisa mengakibatkan resiko seseorang terkena kehamilan di luar rahim ini jauh lebih besar dari wanita lain. Yaitu:

  • Perempuan yang hamil di usia 35-44 tahun
  • Pernah mengalami riwayat terkena kehamilan ektopik sebelumnya
  • Pernah menjalani operasi di area pelvis atau di area perut
  • Menderita infeksi mulut rahim (PID)
  • Pernah beberapa kali melakukan aborsi
  • Merokok
  • Menderita Enndometriosis

Semakin cepat hamil di luar kandungan ini terdeteksi, semakin besar pula peluang Anda untuk diselamatkan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Bunda.

author
No Response

Leave a reply "Kenali dan Waspadai Hamil di Luar Kandungan"