Kenali dan Waspadai Penyebab dan Gejala Sindrom Kawasaki

Sindrom Kawasaki adalah jenis sindrom penyakit langka, sehingga tidak mengherankan jika banyak dari Anda yang belum pernah mendengarnya. Sindrom Kawasaki adalah penyakit infeksi yang menyerang dinding pembuluh darah arteri sehingga mengganggu sirkulasi darah menuju ke Jantung. Sindrom ini juga bisa mengakibatkan infeksi pada daerah limfonodi, kulit, dan membran mukosa di area mulut, hidung, dan tenggorokan. Penyakit ini seringkali menyerang balita.

Rendahnya jumlah kasus Kawasaki Syndrome yang terjadi mengakibatkan para peneliti mengalami kesulitan dalam menentukan faktor penyebabnya. Namun mereka mencurigai bahwa faktor genetik dan kondisi autoimun adalah dua hal yang mengakibatkan munculnya gejala Sindrom Kawasaki. Terlepas dari apapun penyebabnya, Sindrom Kawasaki adalah penyakit serius yang wajib segera ditanggulangi sedini mungkin untuk memperkecil terjadinya resiko komplikasi fatal. Simak yuk apa saja gejalanya berikut ini.

Gejala dari Sindrom Kawasaki meliputi 3 fase, yaitu:

Fase Pertama

  • Anak menderita demam tinggi (di atas 39 derajat Celsius) yang berlangsung selama lebih dari 3 hari
  • Timbulnya conjunctivis tanpa disertai cairan kental dari mata
  • Ruam merah yang menyebar mulai dari area genital anak hingga tubuh anak bagian atas
  • Bibir anak memerah, kering dan pecah-pecah. Lidah anak pun membengkak
  • Terjadinya pembengkakan di area telapak tangan dan kaki anak
  • Adanya pembengkakan pada kalenjar getah bening
  • Anak jadi gampang uring-uringan atau rewel

Fase Kedua

  • Mengelupasnya kulit di tangan dan kaki anak, terutama di bagian ujung jari tangan dan jari kaki
  • Nyeri sendi
  • Diare dan muntah-muntah
  • Rasa sakit di area perut

Fase Ketiga

Pada fase ini, gejala-gejala yang mengakibatkan Gejala Kawasaki biasanya akan mereda dengan sendirinya. Secara total, tubuh anak Anda membutuhkan waktu 8 minggu untuk sepenuhnya pulih. Tapi Anda tetap harus mewaspadai kemungkinan terjadinya komplikasi. Komplikasi yang menyertai sindrom ini antara lain pembengkakan pembuluh darah koroner (vasculitis), pembengkakan otot jantung (myocarditis), dan masalah gangguan pada katup jantung.

Semua komplikasi di atas dapat mengakibatkan dampak serius terhadap jantung si kecil. Vasculitis misalnya, bisa mengakibatkan dinding pembuluh darah arteri melemah sehingga mengakibatkan kondisi kesehatan yang disebut dengan aneurisma. Aneurisma berpotensi mengakibatkan peningkatan resiko penggumpalan darah. Gumpalan-gumpalan darah tersebut berpotensi mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah ke jantung sehingga memperbesar resiko anak terserang penyakit jantung atau bahkan pendarahan organ dalam.

Tahu kan sekarang kenapa tidak boleh lengah dalam mencegah Sindrom Kawasaki? Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda, Moms

author
No Response

Leave a reply "Kenali dan Waspadai Penyebab dan Gejala Sindrom Kawasaki"