Ketahui Dampak Stunting terhadap Anak

Menurut data yang dirilis oleh World Food Programme, Indonesia menduduki peringkat ke-5 sebagai negara dengan anak-anak yang mengalami malnutrisi terbesar di dunia. Dengan kata lain, sekitar 37 persen dari masyarakat Indonesia masih terancam bahaya kekurangan gizi dan sebanyak 9,5 juta anak di Indonesia mengalami stunted growth atau tubuh kerdil .

Dan bahkan terlepas dari usaha pemerintah dalam memperbaiki hal tersebut dengan menggalakkan gerakan ASI eksklusif 6 bulan, hanya sekitar 42 persen bayi di bawah 6 bulan saja yang menerima ASI eksklusif dari ibundanya, dan hanya sekitar 36 persen anak yang mendapatkan gizi yang cukup. Simak yuk penyebab sekaligus dampak stunting terhadap kesehatan anak jangka panjang.

Sebelum tahu dampak stunting, ada baiknya Anda tahu terlebih dulu bagaimana seorang anak bisa mengalami stunting. Stunting adalah gejala malnutrisi akut yang menyerang anak-anak, bahkan saat mereka masih berada di dalam kandungan. Kondisi tubuh anak yang kerdil disebabkan karena anak yang terlahir prematur akibat sang ibu yang tidak dapat menyediakan asupan nutrisi yang cukup untuk perkembangannya. Sebagai dampaknya, anak terlahir dengan berat badan dan tinggi badan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak usianya.

Stunting hampir tidak dapat diperbaiki, begitu juga dengan dampak yang diakibatkan. Seorang anak yang mengalami stunting umumnya mengalami berbagai macam masalah kesehatan yang akan dibawanya hingga dewasa. Salah satunya adalah kelainan fungsi otak yang juga dapat berdampak pada tingkat IQ-nya. Ia juga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga tubuhnya sangat ringkih dan mudah jatuh sakit. Kemungkinan ia terserang komplikasi penyakit fatal seperti kelainan jantung, diabetes, hingga kanker pun cukup lebar.

Tidak hanya terhadap kesehatan, stunting juga berdampak terhadap perkembangan ekonomi sebuah negara. Menurut penelitian yang dilakukan oleh ahli ekonomi, stunting dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas yang kemudian mengakibatkan rendahnya pendapatan kapita negara sebanyak 12%.

Dan walaupun dampak stunting hampir tidak bisa dibalikkan, kita masih bisa mencegah hal tersebut. Salah satunya adalah dengan gencar melakukan edukasi terhadap betapa pentingnya pemenuhan gizi terutama pada ibu hamil dan menyusui. Edukasi mengenai hal ini memang masih sangat terbatas, terutama pada para perempuan yang tinggal jauh di desa dan pedalaman.

Edukasi mengenai bahaya hamil muda pun sangat penting. Karena salah satu faktor bayi terlahir dengan kondisi malnutrisi adalah akibat ibu masih berada di usia yang terlampau muda. Apalagi di daerah pedesaan, banyak sekali perempuan di bawah usia 20 tahun yang sudah harus menanggung beratnya tanggung jawab sebagai seorang ibu.

Semoga saja dengan artikel ini bisa membantu kita lebih aware akan kondisi malnutrisi pada ibu hamil dan bayi di Indonesia, sehingga kasus stunting pun dapat kita enyahkan.

author
No Response

Leave a reply "Ketahui Dampak Stunting terhadap Anak"