Mengenal Lebih Jauh Induksi saat Persalinan

https://images.parents.mdpcdn.com/sites/parents.com/files/styles/scale_1500_1500/public/GettyImages-136810371.jpg

Setelah sekitar 40 minggu mengandung calon jabang bayi, kini saatnya Anda bersiap menanti hari persalinan yang segera tiba tak lama lagi. Sepanjang masa kehamilan, Moms tentu telah mempersiapkan segala kebutuhan persalinan seperti kebutuhan Anda maupun sang buah hati selama di rumah sakit hingga kembali ke rumah. Senam hamil dan rangkaian proses persalinan tentu sudah Anda ketahui dan pahami di luar kepala.
Melahirkan secara normal dan tanpa operasi tentu menjadi idaman setiap Ibu hamil. Sayangnya, meski tak perlu melakukan operasi sesar, bisa jadi Anda memerlukan bantuan induksi saat persalinan untuk memperlancar proses kelahiran si buah hati. Hal tersebut disebabkan karena Moms mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan meski waktu kelahiran yang diperkirakan sudah tiba. Masa kehamilan yang sudah overdue tentu akan membahayakan keselamatan Anda dan janin dalam kandungan.
Moms, tahukah Anda, induksi saat persalinan merupakan prosedur yang digunakan untuk merangsang kontraksi rahim sebelum persalinan dimulai secara normal dengan sendirinya. Ketika tanda-tanda persalinan belum juga muncul meski waktu melahirkan telah tiba, induksi persalinan akan dilakukan untuk merangsang bayi agar cepat lahir. Kondisi kehamilan dapat menjadi alasan mengapa induksi persalinan dilakukan, misalnya ketika terjadi situasi darurat berkaitan dengan usia kehamilan atau posisi janin dalam rahim.
Induksi saat persalinan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pemberian obat. Untuk membuat leher rahim menipis atau terbuka, dokter kandungan akan memasukkan obat prostaglandin ke dalam vagina Anda. Obat tersebut berfungsi seperti hormon prostaglandin yang dapat membantu mematangkan leher rahim maupun merangsang kontraksi persalinan. Oksitosin yang diberikan dalam dosis rendah melalui cairan infus juga dapat digunakan untuk merangsang atau meningkatkan kontraksi rahim Anda. Jumlah oksitosin yang diperlukan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan.
Selain melalui pemberian obat, induksi persalinan juga dapat dilakukan dengan berbagai metode mekanik untuk menyiapkan leher rahim sebelum proses melahirkan. Merangsang terjadinya persalinan juga dapat dilakukan dokter dengan memasukkan kateter Foley dengan balon khusus ke ujung leher rahim Anda. Balon tersebut akan diisi air untuk menekan leher rahim Anda dan merangsang pelepasan hormon prostaglandin secara alami dalam tubuh, sehingga dapat melunakkan dan membuka leher rahim.
Setelah leher rahim mulai agak membuka, sedikit rangsangan akan dilakukan dokter dengan memasukkan jari ke dalam leher rahim dan secara manual memisahkan kantung ketuban dari rahim. Teknik tersebut juga dapat merangsang produksi hormon prostaglandin alami dalam tubuh serta pematangan leher rahim dan kontraksi persalinan. Begitu leher rahim telah terbuka beberapa sentimeter dan kepala bayi mulai terlihat di antara panggul Anda, upaya pemecahan kantung ketuban atau amniotomi dapat dilakukan agar Anda dapat merasakan kontraksi dan melakukan dorongan saat proses bersalin tanpa menunggu waktu lebih lama lagi.
Apapun metode induksi persalinan yang Anda jalani nanti, semoga proses bersalin Anda berlangsung lancar ya, Moms!

author
No Response

Leave a reply "Mengenal Lebih Jauh Induksi saat Persalinan"