Menstruasi Saat Hamil, Mungkinkah?

No comment 288 views

“Mungkinkah seorang perempuan menstruasi saat hamil?”

Sudah menjadi common knowledge bahwa ketika seorang perempuan hamil, maka secara otomatis hormon kewanitaan Anda akan mencegah terjadinya ovulasi. Sehingga jika dilihat dari perspektif ilmu kedokteran, maka hampir tidak mungkin bahwa seorang wanita bisa menstruasi saat hamil. Tapi cukup banyak perempuan yang mengalami gejala awal menstruasi berupa munculnya flek darah hingga keluarnya darah dari vagina yang kurang lebih mirip dengan menstruasi. Sehingga akibatnya mereka sering santai-santai saja padahal mereka sebenarnya sedang hamil. Atau bisa juga ibu yang telah hamil selama beberapa bulan mendadak mengalami menstruasi. Apa yang sebenarnya terjadi?

  • Vaginal/Implantation Bleeding

Apakah Anda mengalami pendarahan ringan berupa munculnya flek-flek darah, maka ada kemungkinan bahwa Anda sebenarnya sedang mengalami implantation bleeding. Implantation bleeding terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi menanamkan dirinya ke permukaan dinding rahim.

Salah satu gejalanya adalah munculnya flek-flek darah atau pendarahan dengan volume yang cukup deras. Sehingga tidak mengherankan jika banyak dari Anda yang mengira bahwa pendarahan tersebut adalah menstruasi dini. Implantation bleeding umumnya terjadi 10-14  hari setelah terjadinya pembuahan. Dan Anda sama sekali tidak perlu khawatir, karena pendarahan ini merupakan peristiwa yang normal dan tidak membahayakan nyawa maupun kehamilan Anda.

Tapi akan sangat sulit untuk mendeteksi pendarahan ini apabila Anda tidak rajin menulis siklus menstruasi Anda. Jadi ada baiknya Anda membiasakan diri untuk mencatat siklus menstruasi, yang tidak hanya berguna untuk mendeteksi adanya implantation bleeding tapi juga untuk membantu menghitung perkiraan tanggal persalinan Anda nantinya.

  • Ektropion Serviks

Penyebab terjadinya pendarahan saat hamil adalah ektropion serviks. Ektropion serviks adalah peradangan yang disebabkan pertumbuhan sel-sel kalenjar yang seharusnya tumbuh di dalam leher serviks justru berada di bagian luar. Peradangan tersebut mengakibatkan leher serviks menjadi rawan terkena infeksi. Salah satu gejala dari ektropion serviks adalah pendarahan.

Walaupun terdengar mengerikan, ektropion serviks sebenarnya tidak membahayakan kok Moms. Ektropion serviks dipicu karena perubahan hormon yaitu meningkatnya hormon estrogen, dan umum terjadi pada ibu  hamil atau sebagai efek samping dari penggunaan KB. Tapi tetap saja kondisi kesehatan yang tidak berbahaya ini bisa berdampak serius jika sampai terjadi infeksi. Jadi, rajin-rajin jaga kebersihan organ vital Anda ya Moms!

  • Komplikasi Kehamilan

Apabila Anda mengalami pendarahan yang cukup parah saat kehamilan, bisa jadi Anda mengalami komplikasi kehamilan atau keguguran. Komplikasi kehamilan yang dapat mengakibatkan pendarahan contohnya adalah plasenta previa (lepasnya tali plasenta dari dinding rahim), atau kehamilan ektopik, yaitu tertanamnya embrio di organ tubuh lain selain di dinding rahim. Yang manapun itu, Anda membutuhkan pertolongan medis dengan segera.

Semoga uraian artikel di atas bisa membantu menjawab pertanyaan Anda mengenai mungkin tidaknya menstruasi saat hamil, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Menstruasi Saat Hamil, Mungkinkah?"