Menyusui Bisa Turunkan Resiko Hipertensi, Benarkah?

Setelah bayi lahir ke dunia, ia membutuhkan asupan ASI eksklusif dari ibundanya selama 6 bulan. Melalui ASI bayi memperoleh nutrisi dan antibodi yang ia butuhkan untuk tumbuh-kembangnya. Dan ternyata, manfaat menyusui tidak hanya didapatkan si kecil saja. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa dalam tiap sesi menyusui, ibu dapat membuang ratusan kalori dari dalam tubuh, sehingga membantu mempercepat tubuh Anda kembali langsing pasca hamil.

Selain itu, menyusui juga membantu menurunkan kadar estrogen di dalam tubuh sehingga membantu ibu terhindar dari resiko kanker payudara. Dan tahukah Anda, kalau menyusui bisa turunkan resiko hipertensi?

Sebuah studi medis yang dilakukan oleh badan survey kesehatan Korea Selatan menunjukkan bahwa wanita yang menyusui dengan durasi yang lama mengalami penurunan resiko hipertensi saat ia menginjak usia menopause. Sebaliknya, ibu yang jarang atau tidak menyusui bayinya menunjukkan resiko hipertensi yang jauh lebih besar. Yang sebagai dampaknya mengakibatkan ibu terkena resiko diabetes mellitus, dislipidemia (kelainan kolesterol),  penyakit jantung koroner, sindrom metabolik, dan penyakit yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular lainnya.

Sayangnya belum ada cukup banyak penelitian yang dapat menemukan alasan pasti mengapa menyusui bisa menurunkan resiko hipertensi. Namun peneliti berhasil menemukan 2 penyebab yang kemungkinan besar menghubungkan antara aktivitas menyusui dengan menurunnya resiko hipertensi.

Yang pertama adalah menurunnya kandungan lemak di dalam tubuh ibu yang juga disertai dengan meningkatnya resistensi insulin, yang alhasil membuat lemak kolesterol terbakar dengan lebih cepat dan mencegah penumpukan di pembuluh darah arteri. Yang artinya, aliran darah pun akan menjadi lebih lancar dan Anda pun akan terhindar dari resiko tekanan darah tinggi.

Penyebab yang kedua adalah dilepaskannya hormon oksitoksin selama ibu menyusui si kecil. Oksitoksin adalah hormon alami di dalam tubuh yang dibutuhkan untuk merangsang produksi ASI. Di saat yang sama, oksitoksin dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tapi hipotesis ini masih dipertanyakan, mengingat ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa pengaruh oksitoksin dalam menurunkan blood pressure hanya berlaku pada pria.

Lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menyusui sebanyak 5-11 kuintil mengalami penurunan resiko hipertensi sebanyak 51% dibandingkan dengan ibu yang menyusui sebanyak 0 hingga 1 kuintil. Durasi ibu menyusui selama 96 hingga 324 bulan dapat membantu menurunkan resiko hipertensi sebanyak 45%.

Hasil penelitian di atas bisa jadi penyemangat yang lebih bagi Anda untuk melancarkan program ASI 6 bulan nih!

author
No Response

Leave a reply "Menyusui Bisa Turunkan Resiko Hipertensi, Benarkah?"