Miom Saat Hamil, Perlukah Diwaspadai?

Leiomiomi, uteri fibroid, atau yang lebih dikenal dengan sebutan miom adalah sejenis tumor jinak yang ditemukan tumbuh di area dinding atau bagian luar rahim. Miom awalnya merupakan sel otot rahim yang kemudian mengalami pertumbuhan abnormal sehingga berubah menjadi benjolan tumor. Walaupun sama-sama tumor, tumor miom tidak mengakibatkan dampak sefatal tumor akibat kanker rahim. Bagaimana jika Anda terkena miom saat hamil?

Apa sih sebenarnya faktor yang mengakibatkan timbulnya miom? Sampai saat ini, tenaga ahli medis masih belum mengetahui pasti penyebab utamanya. Tapi diduga ada beberapa faktor yang mendukung kemunculan miom, terutama miom saat hamil. Yaitu meningkatnya produksi hormon reproduksi yaitu hormon estrogen dan progesteron saat Anda hamil.
Selain itu, perempuan dengan masalah berat badan berlebih alias obesitas juga memiliki resiko lebih tinggi terkena miom lho. Ditengarai berat badan di atas berat badan ideal dapat meningkatkan produksi hormon estrogen sehingga memicu terjadinya miom. Faktor genetik juga dapat memperbesar kemungkinan seseorang terkena miom. Selain itu, gaya hidup terlalu banyak makan daging merah dan tidak mengimbanginya dengan sayuran segar dan terlalu banyak mengkonsumsi alkohol juga bisa mengakibatkan kekacauan hormon.
Ada-tidaknya gejala yang muncul biasanya ditentukan dari ukuran tumor miom tersebut. Ukuran miom yang kecil biasanya tidak menimbulkan gejala kesehatan apapun, Anda juga tidak perlu khawatir akan dampak buruk yang mungkin terjadi. Tapi apabila ukuran miom cukup besar, maka dikhawatirkan ibu hamil dan janin akan mengalami resiko komplikasi berikut:
– Terhambatnya Aliran Darah Menuju Janin
Apabila fibroid tersebut terletak tepat di area plasenta, maka miom tersebut dapat mengganggu aliran darah yang diserap oleh si kecil. Jika sumbatan tersebut terlalu besar, dokter akan menyarankan untuk melahirkan bayi lebih awal untuk menghindari janin mati di dalam kandungan. Dan jikapun hal tersebut tidak terjadi, si kecil masih tetap berisiko terlahir dengan berat badan lebih rendah dari bobot bayi normal dan juga mengalami berbagai macam komplikasi akibat organ tubuh yang berkembang kurang sempurna.
– Posisi Bayi Sungsang atau Melintang
Ukuran miom yang besar juga dapat mengakibatkan posisi bayi berubah, baik menjadi posisi sungsang atau posisi bayi melintang. Jika hal tersebut terjadi hingga hari persalinan tiba, maka satu-satunya cara untuk melahirkan si kecil dengan selamat adalah melalui operasi caesar.
– Melahirkan Melalui Operasi Caesar
Miom yang tumbuh di area sekitar leher rahim (serviks) bisa mengakibatkan bayi tidak dapat keluar saat hari persalinan, sehingga melahirkan secara normal terbilang mustahil. Satu-satunya cara adalah dengan menjalani operasi caesar.

Untungnya, komplikasi akibat miom saat hamil di atas tergolong sangat langka. Jadi Anda tidak perlu terlalu khawatir, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Miom Saat Hamil, Perlukah Diwaspadai?"