Moms, Apa Saja Sih Penyebab Anak Susah Makan?

Setelah melalui masa ASI eksklusif, Moms tentunya kian bersemangat mendampingi tumbuh kembang buah hati yang memasuki masa balita. Mulai dari makanan pendamping ASI, bubur lumat, hingga makanan padat, berbagai asupan kaya nutrisi wajib hukumnya untuk Anda sediakan demi mendukung masa pertumbuhan bayi yang tengah pesat. Sayangnya, masa awal balita juga ditandai dengan munculnya periode GTM alias gerakan tutup mulut.
Si kecil yang awalnya lahap menyantap apapun makanan yang Anda berikan, kini mulai sulit untuk makan. Sesabar apapun Moms menyuapi buah hati, acara makan seakan menjadi ajang pertengkaran karena Anda harus merayunya atau bahkan memaksanya terlebih dahulu untuk menghabiskan seporsi makanan. Mulai dari menutup mulut hingga menyemburkan kembali makanan yang sudah berhasil masuk ke dalam mulut, momen memberi makan si kecil kini pasti membuat Anda cemas dan khawatir karena asupan makanan bergizi anak berkurang hingga berat badannya turun drastis.
Bisa jadi, penyebab anak susah makan ialah karena tak pernah benar-benar lapar. Setiap anak tentu memiliki kebutuhan nutrisi dan porsi makan yang berbeda. Bisa jadi 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan selingan terlalu banyak bagi anak dan membuat anak cepat kenyang. Ketika waktu makan tiba, si kecil belum benar-benar merasakan lapar. Rutinitas makan ditambah dengan asupan ASI maupun susu formula bisa jadi membuat si kecil bosan.
Seiring dengan pertambahan usianya, si kecil juga mulai punya selera terhadap rasa yang bisa menjadi penyebab anak susah makan. Kebanyakan orangtua cenderung melupakan bahwa anak juga memiliki selera makan sendiri. Jangan samakan asupan makanan balita dengan bubur lumat bayi yang terasa tawar. Tak ada salahnya Moms bereksplorasi dengan aneka rasa dan bumbu berbeda dalam menyiapkan makanan si kecil. Temukan rasa dan jenis makanan tertentu yang disukai anak untuk mengembalikan selera makannya kembali.
Penyebab anak susah makan bisa jadi karena si kecil mulai bosan dengan tekstur yang halus dan campur aduk. Selepas masa ASI eksklusif, Moms mungkin memberikan bubur lumat dengan campuran aneka bahan bergizi. Terkadang, penyajian makanan yang sedemikian rupa akan terasa membosankan dan membuat anak kehilangan selera makan. Artinya, Anda harus lebih cerdik dan kreatif dalam menyiasati olahan serta penyajian makanan bagi anak. Anda juga bisa memberinya makanan keluarga dan mengajak si kecil untuk makan bersama dengan Moms dan Dads serta anggota keluarga yang lainnya.
Munculnya sikap negativistik merupakan salah satu ciri perkembangan emosional dan psikologis anak usia batita. Sikap tersebut dapat terwujud berupa penolakan yang diberikan si kecil terhadap rutinitas yang selama ini di wajibkan untuk di lakukan si kecil, misalnya saja GTM saat disuapi. Semakin keras Moms memaksanya untuk makan karena khawatir gizi si kecil tak terpenuhi, semakin enggan si kecil untuk bersedia makan.
Selain itu, anak usia balita juga cenderung mulai cari perhatian dan lebih tertarik melakukan eksplorasi dunia di sekitarnya. Aktivitas makan menjadi kurang menarik daripada duduk dan disupai karena si kecil akan memilih untuk merangkak atau bahkan berjalan dan memanjat ke sana ke mari. Untuk menyiasatinya, terapkan sistem reward & punishment sederhana maupun rayulah anak untuk makan dengan mengikuti keinginannya untuk bermain terlebih dahulu.

author
No Response

Leave a reply "Moms, Apa Saja Sih Penyebab Anak Susah Makan?"