Moms, Awas! Ini Bahaya Pelampung Leher Bayi

Membiasakan anak Anda untuk belajar berenang semenjak balita menawarkan berbagai macam manfaat. Berenang tidak hanya membantu melatih otot-otot tubuh si kecil, tapi juga membekali anak Anda dengan salah satu survival skill yang sangat dibutuhkannya. Untuk membantu anak tetap mengapung selama ia berenang, Moms bisa membekalinya dengan peralatan pelampung. Salah satu peralatan pelampung anak yang paling populer adalah pelampung leher bayi atau neck ring. Dengan neck ring mengelilingi lehernya, kepala bayi akan tetap berada di atas permukaan air dan mencegahnya dari tenggelam. Tapi, ternyata bahaya pelampung bayi wajib Bunda pertimbangkan sebelum menggunakan pelampung ini untuk anak Anda.

Bahaya pelampung leher bayi yang pertama adalah, bayi Anda bisa tenggelam seandainya neck ring tersebut meletus atau kempes. Apapun yang pedagang pelampung leher katakan, tetap saja ada kemungkinan malfungsi sehingga mengakibatkan pelampung tersebut tidak dapat menahan udara di dalamnya dalam jangka waktu yang lama. Bayi yang hampir selalu dipasangkan neck ring tidak akan belajar untuk membuat dirinya mengapung.

Sehingga akibatnya, begitu pelampung tersebut kempes daya apung si kecil pun ikut menghilang. Dan yang jelas, refleks bayi belum bagus. Dan kalaupun Anda cukup tangkas dalam menolongnya pun, bayi Anda pasti sudah menghirup cukup banyak air ke dalam paru-parunya. Sudah terbukti, ada sebanyak 54 laporan pelampung neck ring yang cacat sehingga mengakibatkan perusahaan produsen dari neck rings tersebut menarik 3.000 produknya di tahun 2015.

Banyak orangtua yang merasa bahwa neck ring akan membuat si kecil merasa nyaman saat ia berenang. Tapi, anggapan tersebut juga bisa salah lho. Bayangkan saja perasaan Anda jika Anda berenang dengan pelampung di leher yang menghalangi Anda dari menoleh atau menavigasi tubuh Anda dengan bebas. Doesn’t sound like a fun experience, right?

Lagipula, kenapa membuang kesempatan untuk bonding dengan anak Anda? Satu-satunya cara yang paling aman adalah keterlibatan orangtua dalam mendampingi anak selama mereka berenang. Daripada hanya mengandalkan peralatan pelampung, Anda juga perlu proaktif dalam interaksi bersama dengan si kecil.

Tunjukkanlah cara atau teknik mengapung sehingga ia dengan sendirinya akan menganggap bahwa air bukanlah hal yang harus ia takuti dan merupakan tempat yang aman. Bayi Anda pun jadi lebih leluasa berinteraksi dengan Anda maupun orang-orang di sekitarnya. Terdengar jauh lebih menyenangkan dan aman, bukan?

Semoga uraian tentang bahaya pelampung leher bayi di atas bisa membantu Bunda membentuk lingkungan berenang yang aman dan menyenangkan bagi anak Anda.

author
No Response

Leave a reply "Moms, Awas! Ini Bahaya Pelampung Leher Bayi"