Moms, Kenali Penyebab Trauma Pasca Melahirkan

Setelah menjalani masa kehamilan selama sekitar 40 minggu, kini saatnya Moms berjuang melahirkan buah hati. Sayangnya, pengalaman melahirkan yang tidak menyenangkan bisa menyebabkan seorang Ibu menjadi takut dan trauma pasca melahirkan. Selain menyiapkan barang bawaan ke Ibu dan bayi sebelum berangkat ke rumah sakit, Anda juga bisa memanfaatkan pemeriksaan kandungan secara rutin untuk berdiskusi dengan dokter kandungan Anda agar siap menghadapi hari bersalin.
Meski semuanya telah dipersiapkan tanpa terkecuali, trauma pasca melahirkan masih mungkin Anda alami lho Moms! Trauma tersebut bisa muncul dalam bentuk mulai dari kilas balik proses melahirkan, mimpi buruk, hingga timbulnya rasa cemas, gelisah, dan panik saat mengingat proses bersalin.
Apabila terus-menerus dibiarkan dan tak diatasi, trauma pasca melahirkan bisa berdampak panjang pada ibu dan bayinya hingga mencapai level diagnosis Post Partum Depression. Salah satu trauma melahirkan yang sering terjadi ialah takut melahirkan secara sesar. Berkat kecanggihan teknologi kedokteran, persalinan melalui operasi sesar menjadi alternatif apabila melahirkan secara normal atau vaginal tidak memungkinkan atau tidak aman bagi Ibu dan bayi. Sayangnya, banyak wanita yang merasa gagal sebagai Ibu apabila melahirkan melalui operasi sesar. Rasa gagal tersebut bisa jadi menambah trauma akibat rasa sakit pasca operasi hingga timbul keengganan untuk hamil lagi.
Untuk mencegah trauma operasi sesar, perbanyak informasi tentang kehamilan dan proses melahirkan. Meski proses melahirkan anak pertama Anda melalui operasi sesar, Moms masih punya kesempatan untuk melahirkan secara normal pada kehamilan berikutnya. Yang terpenting lagi, berhentilah membedakan kualitas Anda sebagai seorang Ibu lewat cara Anda melahirkan. Tak hanya trauma operasi sesar, beberapa Ibu yang menjalani persalinan secara normal juga bisa jadi mengalami trauma tersendiri. Persalinan normal cenderung traumatis apabila Moms masih teringat akan rasa sakit kontraksi maupun proses kelahiran bayi yang teramat menyakitkan.
Rasa trauma melahirkan normal tersebut nantinya akan membuat Anda membatalkan keinginan menambah anak. Trauma kesakitan saat bersalin secara normal juga bisa mempengaruhi hubungan Ibu dan anak karena buah hati senantiasa mengingatkan Anda akan hari bersalin yang mengerikan. Untuk mengatasinya, pelajari dan pahami kembali proses kehamilan serta bersalin. Selain melakukan pengobatan, yoga, hingga home remedies untuk mengurangi rasa sakit persalinan, tak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional untuk mengurangi rasa trauma Anda.
Setelah melalui proses penyembuhan pasca bersalin, tak jarang para Ibu yang merasa takut melakukan hubungan seks dengan pasangan. Moms mungkin mengalami ketakutan akan timbulnya rasa sakit pada bagian vagina yang sepertinya belum sembuh total. Pertama, ketahuilah bahwa ukuran penis suami Anda tidaklah sebesar diameter kepala bayi. Tentu saja, para Ayah juga harus memahami kondisi Ibu sambil membantu mengembalikan gairah seks secara perlahan. Moms juga dapat mempelajari proses penyembuhan luka perineum yang pada dasarnya membutuhkan waktu sekitar 3 minggu. Lakukan konsultasi dengan dokter kandungan maupun meminta resep obat pelunak feses untuk mengurangi tekanan di sekitar perineum pasca bersalin.
Berbeda dengan rasa sakit fisik, trauma kejiwaan pasca melahirkan bisa bertahan hingga 12 hari usai bersalin. Agar tak larut dalam gelisah dan mimpi buruk, lakukan pembagian tugas bersama suami dan kerabat lainnya di rumah. Hal tersebut wajib dilakukan agar Anda tidak kelelahan mengurus bayi sendiri atau menyimpan trauma mendalam. Lakukan relaksasi sebelum tidur maupun konsultasi ke ahlinya agar terhindar dari mimpi buruk pasca melahirkan.

author
No Response

Leave a reply "Moms, Kenali Penyebab Trauma Pasca Melahirkan"