Moms, Yuk Kenali Aneka Jenis Hormon Kehamilan

https://www.statisticbrain.com/wp-content/uploads/2014/01/pregnant-mother-demographics.jpg

Bagi setiap wanita yang pernah melalui masa kehamilan, 40 minggu tentu dipenuhi suka duka tersendiri yang tak terlupakan. Rasa bahagia dan haru menanti hadirnya calon jabang bayi tentu bercampur aduk dengan sensasi tidak nyaman dan perubahan pada tubuh yang disebabkan oleh aneka jenis hormon kehamilan. Hormon merupakan zat kimia yang diproduksi secara alami dalam tubuh dan mengalir bersama darah ke setiap jaringan sel.
Setiap jenis hormon kehamilan pada dasarnya berfungsi untuk membantu menyiapkan tubuh menjalani masa kehamilan dan menjelang proses bersalin. Sayangnya, Moms, tak jarang timbul sensasi ketidaknyamanan akibat perubahan hormon pada tubuh Ibu hamil. Uniknya, sebagian hormon kehamilan tersebut segera aktif berproduksi setelah terjadi proses pembuahan, seperti hormon HCG atau Human Chorionic Gonadotropin. Hormon tersebut berfungsi untuk memperkuat kehamilan. Kadar hormon HCG akan meningkat pada usia kehamilan 10-12 minggu pertama, memicu rasa mual, hingga membuat Anda merasa ingin kencing karena adanya peningkatan kadar HCG dalam peredaran darah di area sekitar panggul.
Menjelang bulan ke-4 kehamilan, kadar HCG akan mulai menurun dan stabil hingga menjelang persalinan. Tubuh Anda kemudian akan dibanjiri dengan hormon Progesteron sebelum berkurang produksinya begitu memasuki akhir usia kehamilan. Hormon Progesteron juga dapat merangsang pembesaran kelenjar payudara untuk menyiapkan Anda menyusui buah hati begitu lahir, sehingga terkadang dapat memicu nyeri pada payudara.
Berfungsi untuk melindungi plasenta, hormon Progesteron dapat menimbulkan efek beragam, mulai dari memicu mual, menurunkan gairah bercinta, hingga mengakibatkan sembelit atau kembung karena kinerjanya dalam memperlambat sistem pencernaan. Sensasi heartburn merupakan efek samping naiknya cairan asam lambung serta mengendurnya katup penyekat antara saluran kerongkongan dan lambung akibat produksi hormon Progesteron dari plasenta.
Untuk mengatasi panas di bagian dada tersebut, Anda dapat makan dalam porsi kecil dalam frekuensi sering dan mengunyahnya perlahan-lahan. Jangan langsung berdiri atau bergerak usai makan, Moms, duduklah selama 30 menit hingga 1 jam untuk memastikan makanan telah turun ke lambung. Hindari mengkonsumsi makanan yang dapat merangsang timbulnya rasa panas atau terbakar di dada seperti gorengan, makanan kaya bumbu, dan makanan pedas.
Jenis hormon kehamilan lainnya ialah Estrogen, yakni yang dihasilkan oleh plasenta dan berfungsi membantu kinerja progesteron dalam melindungi kehamilan. Dengan meningkatkan volume dan aliran darah dalam tubuh Anda, hormon Estrogen akan membantu janin mendapat asupan nutrisi yang cukup. Selain itu, Estrogen juga berfungsi meningkatkan sel darah putih untuk meningkatkan fungsi daya tahan tubuh, mendukung pertumbuhan organ janin seperti paru-paru, ginjal, dan hati, serta merangsang produksi hormon Prolaktin yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI.
Menjelang persalinan, hormon Relaksin akan mulai diproduksi untuk melunakkan tulang rawan di daerah panggul, yang dapat menimbulkan efek samping berupa rasa tak nyaman di pinggul dan area tulang kemaluan. Untuk mengurangi perdarahan selama bersalin, hormon Relaksin akan mengendurkan jaringan ikat dan sendi, dengan efek samping berupa sakit punggung.
Dengan mengetahui berbagai hormon kehamilan dan efek sampingnya, semoga Anda bisa menjalani masa kehamilan dengan sehat dan selamat ya, Moms!

author
No Response

Leave a reply "Moms, Yuk Kenali Aneka Jenis Hormon Kehamilan"