Shaken Baby Syndrome, Efek Bahaya Mengguncang Bayi

Ketika bayi Anda lahir, hidup Anda dan pasangan sebagai orangtua pun dimulai. Dan percayalah, hal tersebut tidak mudah! Akan ada kalanya bayi Anda tidak berhenti menangis terlepas dari apapun yang Anda lakukan. Out of frustration, beberapa orangtua sering mengguncang bayi dengan sangat keras sehingga mengakibatkan kepala bayi berguncang dengan sangat keras. Bayi Anda mungkin akan langsung terdiam, tapi hal tersebut bisa saja jadi pertanda bahwa si kecil terkena Shaken Baby Syndrome.

Shaken Baby Syndrome adalah sindrom cedera otak yang diakibatkan oleh adanya guncangan pada kepala yang terlalu keras. Terutama pada bayi, otak bayi masih belum terbentuk dengan sempurna, pembuluh darah yang ada pada otak bayi pun sangat rapuh sehingga rawan pecah. Otot leher bayi pun masih sangat lemah sehingga ketika bayi terkena guncangan, maka otak berisiko mengalami kerusakan yang bisa jadi bersifat permanen. Sindrom kerusakan otak ini bisa terjadi pada bayi di usia manapun dengan rentang usia di bawah 2 tahun. Tapi seringkali kasus Shaken Baby Syndrome terjadi pada bayi yang memasuki masa rewel-rewelnya, yaitu pada usia 6-8 minggu.

Selain itu, sindrom satu ini juga bisa mengakibatkan berbagai macam komplikasi yang mengancam nyawa si kecil. Organ otak adalah organ yang sangat delicate, sehingga jika organ tersebut rusak maka hampir mustahil untuk mengembalikan fungsi otak sebagaimana mestinya. Kalaupun bayi Anda bertahan hidup, maka ia harus menanggung dampak dari Shaken Baby Syndrome seumur hidupnya. Dampak jangka panjang dari Shaken Baby Syndrome antara lain:

  • Buta sebagian atau buta sepenuhnya
  • Bayi mengalami hambatan perkembangan
  • Bayi mengalami gangguan pendengaran dan gangguan kepribadian
  • Terhambatnya kemampuan belajar bayi sehingga berdampak pada IQ-nya
  • Sindrom kejang-kejang
  • Cerebral Palsy

Bayi yang mengalami Shaken Baby Syndrome biasanya menunjukkan beberapa gejala. Gejala tersebut antara lain:

  • Keluarnya darah yang disertai dengan cairan berwarna bening dari lubang hidung dan telinga bayi
  • Bayi mengalami kejang-kejang
  • Kesulitan bernapas
  • Bayi sering muntah tanpa penyebab pasti
  • Nafsu makan bayi menurun
  • Bayi terlihat tidak menunjukkan ketertarikan terhadap interaksi sosial
  • Koordinasi yang menurun saat ia menyusui
  • Adanya memar-memar kemerahan di kulitnya akibat cengkeraman yang sangat kuat
  • Pembengkakan atau memar di bagian kepala akibat benturan yang kuat.

Mengguncang bayi, apalagi dalam keadaan marah adalah salah satu bentuk kekerasan domestik. Carilah support dari pasangan, keluarga, atau dari komunitas apabila Anda mengalami gejala frustrasi selama Anda membesarkan bayi Anda. Semoga informasi ini bermanfaat.

author
No Response

Leave a reply "Shaken Baby Syndrome, Efek Bahaya Mengguncang Bayi"