Sindrom Puteri Duyung Tak Seindah Dongeng

Menjadi seorang puteri duyung yang cantik dan memiliki suara yang indah pastinya menjadi bagian dari fantasi kita saat kecil. Apalagi setelah melihat film animasi The Little Mermaid, makin hiduplah imajinasi kita. Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata ada kondisi medis yang bisa membuat Anda memiliki kaki yang saling menempel bagaikan ekor puteri duyung. And it’s definitely not pretty. Pernahkah Anda mendengar istilah Mermaid Syndrome, alias Sindrom Puteri Duyung?

Bukan hal yang aneh kok jika Anda belum pernah mendengarnya. Sindrom puteri duyung memang tergolong sindrom yang sangat langka, dengan perbandingan 1: 100.000 dalam tiap kehamilan. Sindrom yang juga dikenal dengan nama Sirenomelia ini merupakan jenis birth defect atau cacat lahir yang mana kedua kaki bayi menyatu mulai dari paha hingga tumit.

Dan karena bagian tubuh bagian bawahnya tidak berkembang dengan baik, otomatis bayi yang terkena sindrom ini juga mengalami berbagai macam kerusakan organ internal. Bayi pengidap Sirenomelia umumnya mengidap komplikasi fungsi ginjal dan kandung kemih. Dalam banyak kasus, bayi tersebut juga tidak memiliki lubang pembuangan. Organ paru-parunya pun tak dapat berkembang dengan baik sehingga ia juga menderita hipoplasia paru-paru. Dan juga, kebanyakan bayi yang menderita Sirenomelia juga menderita penyakit jantung bawaan serta gangguan gastrointestinal.

Membayangkan tubuh yang kecil mungil tersebut harus menanggung sedemikian banyak penderitaan pastinya mengiris nurani kita ya, Moms? Hampir semua bayi yang mengidap sindrom ini tidak dapat bertahan hidup dan meninggal dunia di usia bayi. Hanya ada segelintir yang dapat bertahan hidup dalam kondisi tersebut, seperti Shiloh Pepin yang dapat bertahan hidup hingga di usia 10 tahun. Berkat ditemukannya metode rekonstruksi kaki, beberapa bayi dan balita pengidap sindrom ini semakin memiliki harapan yang besar untuk terus hidup hingga dewasa.

Tapi, apa ya yang menyebabkan sindrom puteri duyung ini? Unfortunately, sampai sekarang ahli kesehatan belum ada yang mengetahui penyebab di baliknya. Walaupun dugaan terkuat jatuh pada faktor genetik, yang kemudian diikuti dengan faktor lingkungan di dalam rahim yang memiliki efek teratogenik pada bayi. Teratogen adalah jenis zat yang dapat mengganggu perkembangan janin.  Faktor diabetes pada ibu hamil ternyata juga memperbesar resiko terjadinya Sindrom Puteri Duyung. Buktinya, hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 22% kasus kelahiran bayi dengan Sirenomelia berasal dari bumil yang mengidap diabetes.

Pantaslah sosok puteri duyung hanya ada di kisah dongeng, dan sebaiknya memang seperti itu. Bagi para bumil, jagalah kesehatan dan kehamilan Anda  dengan memiliki pola makan yang sehat dan rajin kontrol kehamilan Anda. Semoga informasi singkat tentang sindrom puteri duyung di atas bermanfaat untuk Anda, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Sindrom Puteri Duyung Tak Seindah Dongeng"