Vaksin Difteri Untuk Ibu Hamil; Amankah Dilakukan?

Merebaknya wabah difteri yang muncul di pertengahan akhir tahun 2017 kemarin memang membuat kita semua waswas ya, Moms? Tidak ada satupun dari kita yang dapat menduga bahwa wabah difteri yang seharusnya sudah hampir punah sejak puluhan tahun yang lalu kembali muncul dan merenggut ratusan nyawa anak-anak yang tidak berdosa . Salah satu cara yang paling efektif dalam mencegah wabah difteri adalah melalui vaksinasi. Dan tahukah Anda, bahwa tidak hanya anak-anak saja, bahkan orang dewasa pun wajib mendapatkan vaksinasi ini? Lantas, amankan vaksin difteri untuk ibu hamil?

Memang ibu hamil masuk ke dalam kategori golongan yang tidak diwajibkan untuk menerima beberapa jenis vaksinasi. Alasannya sudah pasti karena jika tidak tepat pemberiannya, maka vaksinasi tersebut justru dapat mengakibatkan dampak yang negatif terhadap janin yang Anda kandung. Tapi, Anda tidak perlu khawatir. Karena sebenarnya vaksin difteri untuk ibu hamil aman untuk dilakukan kok.

Jenis vaksinasi difteri untuk orang dewasa adalah vaksinasi Td (Tetanus, Difteri). Durasi pemberian vaksinasi ini pun cukup lama, yaitu hanya sekali setiap 10 tahun. Artinya, Anda hanya perlu mengulang vaksinasi ini setiap 10 tahun sekali. Hal tersebut ditujukan untuk meng-update sistem kekebalan tubuh Anda sehingga Anda senantiasa terhindar dari serangan virus ini di tiap tahap usia Anda.

Untuk ibu hamil, Anda baru diperbolehkan mendapatkan vaksinasi Td ini di usia kehamilan trimester ke-2 atau ke-3. Penyebabnya adalah karena di usia kehamilan tersebut, kehamilan Anda sudah jauh lebih kuat, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan kehamilan Anda. Dosis vaksin Td untuk ibu hamil adalah sekitar 0,5 ml, dan di dalamnya juga disertakan booster anti-tokso yang dapat membantu tubuh Anda mencegah terjadinya infeksi akibat toksoplasma.

Pasca-vaksinasi, tubuh Anda membutuhkan waktu hingga kekebalan tubuh terhadap virus difteri menjadi sempurna. Bergantung dari sistem imun Anda, kekebalan tubuh terhadap difteri bisa terbentuk setelah 2 minggu, atau bahkan bisa jadi 3 minggu kemudian. Hanya saja yang jelas, Anda akan mengalami gejala demam ringan yang kadang juga disertai dengan nyeri otot dan kulit memerah di area sekitar suntikan. Tapi tidak usah khawatir, Moms! It’s normal! Itu tandanya sistem imun tubuh Anda tengah berusaha untuk menaklukkan virus difteri yang sudah dilemahkan tersebut.

Jangan lupa, pastikan bahwa kondisi tubuh Anda dalam keadaan fit sebelum menerima vaksin difteri untuk ibu hamil ini.

author
No Response

Leave a reply "Vaksin Difteri Untuk Ibu Hamil; Amankah Dilakukan?"