Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kram Perut Saat Hamil

Saat memasuki masa kehamilan, tubuh Anda tengah bekerja keras untuk membangun lingkungan yang tepat agar calon janin dapat berkembang dengan baik untuk 9 bulan ke depan. Sebagai dampaknya, Anda akan merasakan berbagai macam gejala-gejala kehamilan, yang tak jarang membuat Anda merasa tidak nyaman. Salah satu dari gejala kehamilan yang sering membuat Anda waswas adalah ketika Anda terkena serangan kram perut saat hamil.

Serangan kram perut saat hamil sering diidentikkan sebagai masalah komplikasi selama kehamilan, seperti kehamilan ektopik atau keguguran. Dan walaupun Bunda wajib mewaspadai kemungkinan tersebut, ternyata kram perut dalam skala intensitas tertentu sebenarnya tidak berbahaya. Rasa kram perut tersebut bisa jadi disebabkan oleh tertariknya tulang ligamen bundar, sebagai efek dari membesarnya ukuran rahim. Biasanya rasa nyeri perut ini akan terjadi di usia kehamilan trimester kedua.

Penyebab lainnya adalah akibat efek dari kontraksi palsu, alias Braxton’s Hicks. Kontraksi ini biasanya muncul di usia trimester ketiga dan seringkali banyak ibu hamil yang tertipu karena mengira kontraksi tersebut adalah kontraksi asli. Braxton’s Hicks disebabkan oleh kontraksi otot-otot rahim yang tengah mempersiapkan diri untuk persalinan. Berbeda dari kontraksi asli, kontraksi Braxton’s Hicks biasanya muncul dan hilang secara acak.

Seperti yang disinggung di atas, kram perut dalam skala tertentu tidak perlu Anda khawatirkan. Tapi Anda wajib waspada jika Anda mengalami kontraksi atau kram perut yang terjadi secara teratur sebelum usia kehamilan minggu ke-37, yang juga disertai dengan sakit pinggang yang tak kunjung reda. Segera hubungi dokter kandungan Anda, karena ada kemungkinan bahwa itu merupakan gejala kelahiran prematur.

Sedangkan apabila kram perut tersebut disertai dengan meningkatnya frekuensitas ingin buang air kecil, yang disertai dengan rasa panas terbakar maupun terdapatnya darah pada urine, bisa jadi Anda mengalami Infeksi Saluran Kencing. Apabila dibiarkan saja tanpa penanganan, infeksi yang terjadi pada saluran kencing dapat menyebar hingga mengakibatkan bayi Anda terpaksa dilahirkan secara prematur.

Selain memeriksakan kondisi tubuh dan kandungan, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi kram perut, yaitu:

  • Mengkonsumsi makanan dengan porsi yang kecil namun sering untuk mencegah terjadinya bloating atau nausea
  • Berolahraga ringan secara rutin. Olahraga yang cocok untuk ibu hamil contohnya adalah berenang, senam aerobik, yoga, atau berjalan-jalan santai
  • Perbanyak konsumsi makanan berserat dan konsumsi air
  • Beristirahat yang cukup

Semoga informasi singkat seputar kram perut saat hamil di atas bermanfaat bagi Anda, Moms.

author
No Response

Leave a reply "Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kram Perut Saat Hamil"